Wednesday, December 22, 2010

Anugerah?? atau musibah?

22 Desember 2010
Current Music : Dir en Grey - Ware, Yami tote...

16 Desember 2010
Hari ini bisa dibilang hari yang membingungkan bagiku. Aku mengalami banyak goncangan hidup. Hari ini cewekku, Kiyomi, mengalami kecelakaan yang tak kusangka sebelumnya. Dia kecelakaan sepeda motor.
Saat itu aku sedang ada di kelas menunggunya dan sudah mencarikan tempat duduk untuknya. Kulihat arah pintu terus menerus, tak kunjung datang. Kelas ini berangsur-angsur ramai. Tapi, diapun tak kunjung datang juga. "Mungkin telat" pikirku dalam hati. Aku tetap sabar. Sensei datang, kelas dimulai dengan kuis. Dia lagi2 tak datang. Sampai kuis selesaipun, dia tak menampakkan diri di pintu kelas. Saat mengkoreksi, aku mendapat sms dari Onyonk..
"pyok kamu ke IRD sekarang"
"Lapo la'an?"
"Desi kecelakaan, cepet kamu kesini!"
Melihat itu, aku seperti tersambar petir. Ya Allah, mengapa lagi2 terjadi? Aku panik, bingung, meminta saran bagaimana ini. Mbak Nurul menyuruhku untuk ijin dan cepat2 ke IRD. Aku ijin ke Sensei tapi Sensei seperti tidak percaya karena memang aku pernah ijin waktu dia kecelakaan kecil itu. Namun setelah aku bilang, "Masuk rumah sakit", Sensei langsung membolehkan aku keluar. Dari lantai 3-1 aku berlari, menuju parkiran, menunggangi sepedaku dengan cepat ke RS Dr. Soetomo. Saat aku tanya dimana IRD, ternyata aku salah gedung. Gedung yang sebenarnya ada di 3 gedung dari sini. Aku berlari menuju gedung itu tanpa mengenal lelah. Yang dipikiranku saat itu hanya Kiyomi, Kiyomi, dan Kiyomi. Aku benar2 tak nyaman. Aku ingin segera menemuinya.
Disana aku bertanya2. Ada ibu2 bilang, "Yang cewek barusan masuk ya mas? disana mas." "Dimana bu?" "Wah, gak tau pastinya, mas." "Makasih bu". Aku berlaru dan tanya ruang USG dimana. Dokter itu tampak gak yakin memberitahu ruangnya. Aku mencari2 lagi dengan cemas. Gak ketemu. Saat aku membalikkan badan. Aku melihat sosok Kiyomi terkapar lemah dengan kotor disekitar badan menuju ruangan "X-Ray". Aku shock. Kenapa dia? Datang juga Onyonk. Dia menenangkanku yang memang aku lagi labil saat itu. Aku benar-benar sedih. Apa yang harus kulakukan. Dia ada disana terbaring lemah. Aku bingung.
Beberapa saat, akhirnya dia keluar dengan mata setengah terbuka. Saat menoleh kearahku, dia terkejut dan mengeluarkan suara seperti kaget lalu menutupi wajahnya. Aku juga tidak tahu apa yang dipikirannya saat itu. Aku kembali ikut ke ruang bangsal. "Hanya 1 orang yang boleh menungguinya" Dokter bilang begitu. Onyonk dan Mas Wawan menyuruhku. Aku masuk dan tanganku memegang erat tangan Kiyomi. Dia berkali-kali bilang, "Maaf, Gomen." AKu hanya menyuruhnya tidur, istirahat dan tenang sambil mengelus dahinya. Saat itu aku tak mau dia memikirkan apapun. Tenanglah...
Ditengah2 kita berdua, kita ngobrol dan dia tertawa. Sesaat setelah tertawa, dia dengan sekejap menangis sesengguknya sambil memegang erat tanganku. Aku hanya memandangnya saja. Kubiarkan air mata itu keluar hingga habis sedihnya. Lalu akhirnya orang tuanya datang, si Ibu menangis sambil memeluk anaknya. Ayahnya menyalamiku dan menanyai apa yang terjadi. Lalu aku keluar sejenak memberi waktu keluarganya. Diluar aku belajar kaiwa dengan teman2 yang sudah datang. Mereka datang untuk menjenguk. Mereka masuk bergantian.
Saat jam 12, aku, beberapa teman2 dan orang tuanya sedang menunggu Kiyomi dioperasi. Aku tidak bisa menunggunya karena aku ada kuis jam 1. Si Ibu memaksa aku untuk kembali ke kampus. Karena sudah disuruh2 berkali2 akhirnya aku nurut dan pamit ke Ibu. Setelah itu aku tak tahu kabarnya lagi. Kami lanjut ber-smsan setelah itu...

17 Desember 2010
Hari ini ada performance Yosakoi di FIB. Aku termasuk salah satunya. Beberapa jam sebelum tampil, seperti biasa aku menata rambutku tapi jadinya gak sesuai harapanku. Aku agak kecewa tapi aku harus menerimanya karena kalau gak karena teman2, penampilanku gak bakal seperti ini. Beberapa menit sebelum tampi, aku kembali merenung. Memikirkan kejadian kemarin. Ya allah, apa arti dibalik semua ini? Gak ada yang memperdulikanku. Kita perform dengan sukses. Saat kembali ke SC, Si Wulan memintaku untuk foto karena Kiyomi memintanya. Mood fotoku hancur karena tatahan rambutku yang gak sesuai harapan. Akhirnya aku foto bareng tanpa foto sendiri. Saat istirahat, Aku dikejutkan dengan smsnya yang bilang bahwa Ibunya tidak keberatan kita berpacaran. Aku yang saat itu sedang capek pasca langsung speechless. aaaaa apa ini?? beberapa menit aku speechless langsung tertawa gila di SC sampai banyak yang menanyaiku tapi aku hanya bilang, "Gapapa" Hanya beberapa yang kuberitahu saja...

Ahh~ Aku tidak tahu kejadian ini anugerah atau musibah? Kita berdua bingung. Tapi, kita bersyukur dengan apa yang kita peroleh sekarang. Aku juga masih berdoa agar Kiyomi cepat sembuh agar kita bisa menjalin cinta kita kembali dengan lancar...
Amin...

Jyaa ne~

No comments:

Post a Comment