26 Desember 2010
Current Music : VAMPS - MY FIRST LAST
Tanggungan cewekku sangat banyak ketika dia sedang sakit seperti ini...
Setelah aku diceritain sama Nurul, ternyata yang harus ditanggung banyak banget. Tugas2 menumpuk, kuis2 menunggu dan lain-lain. Aku yang hanya melihat sms dari Nurul ikut pusing. Bagaimana ini enaknya? Kesimpulan dari ini semua adalah cewekku harus masuk kuliah dengan keadaan seperti sekarang. Soalnya kalau gak, dia bakal ketinggalan. Ketinggalan dengan teman-temannya. Aku takut itu terjadi...
Ingin rasanya aku ikut membantu ini semua. Hanya 1 yang kulakukan. Besok dia ada kuis Keitairon. Entah apa itu aku belum mendapat mata kuliah itu. Cewekku belum mendapat materinya sama sekali. Waktu masih sore, ada waktu untuk mencarikannya. Aku sms sebagian kontak 3nen di hapeku yang sekiranya rumahnya deket. Setelah menemukannya, gak banyak pikir aku langsung kesana. Sampai sana ambil materi dan fotokopi. Di fotokopi aku baru sadar kalau aku gak bawa uang kecil. Alhasil aku harus menukarkan ke warung dulu beli minum. Setelah itu baru bayar dan kembali untuk mengembalikan materi itu. Setelah itu aku meluncur ke rumah cewekku.
Sesampainya dirumahnya, ibunya yang membuka pintu. Aku cuma minta tolong biar materi ini diberikan ke cewekku lalu aku pulang. Berulang kali ibunya menyuruh aku masuk dulu, tapi kalau begitu, cewekku bakal gak punya waktu untuk belajar buat besok. Semoga caraku benar meski cewekku sempet kecewa (katanya) aku gak mampir dulu. Terus terang, aku juga ingin sekali lihat kamu walau hanya sebentar. Ingin sekali setelah kau memberikan malam minggu yang menyenangkan kemarin. Aku pulang...
Ahh~ Hanya itu yang bisa kuperbuat untuk cewekku. Aku ingin membantunya lagi, tapi apa yang bisa kuperbuat? Semoga kau berhasil dalam mengerjakan soal besok, Kiyomi. Aku benar-benar menyayangimu...
Jyaa ne~
Sebuah catatan anak yang jarang merasakan cinta, tidak kuat dengan hal chessy, dan aloner.
Sunday, December 26, 2010
Wednesday, December 22, 2010
Anugerah?? atau musibah?
22 Desember 2010
Current Music : Dir en Grey - Ware, Yami tote...
16 Desember 2010
Hari ini bisa dibilang hari yang membingungkan bagiku. Aku mengalami banyak goncangan hidup. Hari ini cewekku, Kiyomi, mengalami kecelakaan yang tak kusangka sebelumnya. Dia kecelakaan sepeda motor.
Saat itu aku sedang ada di kelas menunggunya dan sudah mencarikan tempat duduk untuknya. Kulihat arah pintu terus menerus, tak kunjung datang. Kelas ini berangsur-angsur ramai. Tapi, diapun tak kunjung datang juga. "Mungkin telat" pikirku dalam hati. Aku tetap sabar. Sensei datang, kelas dimulai dengan kuis. Dia lagi2 tak datang. Sampai kuis selesaipun, dia tak menampakkan diri di pintu kelas. Saat mengkoreksi, aku mendapat sms dari Onyonk..
"pyok kamu ke IRD sekarang"
"Lapo la'an?"
"Desi kecelakaan, cepet kamu kesini!"
Melihat itu, aku seperti tersambar petir. Ya Allah, mengapa lagi2 terjadi? Aku panik, bingung, meminta saran bagaimana ini. Mbak Nurul menyuruhku untuk ijin dan cepat2 ke IRD. Aku ijin ke Sensei tapi Sensei seperti tidak percaya karena memang aku pernah ijin waktu dia kecelakaan kecil itu. Namun setelah aku bilang, "Masuk rumah sakit", Sensei langsung membolehkan aku keluar. Dari lantai 3-1 aku berlari, menuju parkiran, menunggangi sepedaku dengan cepat ke RS Dr. Soetomo. Saat aku tanya dimana IRD, ternyata aku salah gedung. Gedung yang sebenarnya ada di 3 gedung dari sini. Aku berlari menuju gedung itu tanpa mengenal lelah. Yang dipikiranku saat itu hanya Kiyomi, Kiyomi, dan Kiyomi. Aku benar2 tak nyaman. Aku ingin segera menemuinya.
Disana aku bertanya2. Ada ibu2 bilang, "Yang cewek barusan masuk ya mas? disana mas." "Dimana bu?" "Wah, gak tau pastinya, mas." "Makasih bu". Aku berlaru dan tanya ruang USG dimana. Dokter itu tampak gak yakin memberitahu ruangnya. Aku mencari2 lagi dengan cemas. Gak ketemu. Saat aku membalikkan badan. Aku melihat sosok Kiyomi terkapar lemah dengan kotor disekitar badan menuju ruangan "X-Ray". Aku shock. Kenapa dia? Datang juga Onyonk. Dia menenangkanku yang memang aku lagi labil saat itu. Aku benar-benar sedih. Apa yang harus kulakukan. Dia ada disana terbaring lemah. Aku bingung.
Beberapa saat, akhirnya dia keluar dengan mata setengah terbuka. Saat menoleh kearahku, dia terkejut dan mengeluarkan suara seperti kaget lalu menutupi wajahnya. Aku juga tidak tahu apa yang dipikirannya saat itu. Aku kembali ikut ke ruang bangsal. "Hanya 1 orang yang boleh menungguinya" Dokter bilang begitu. Onyonk dan Mas Wawan menyuruhku. Aku masuk dan tanganku memegang erat tangan Kiyomi. Dia berkali-kali bilang, "Maaf, Gomen." AKu hanya menyuruhnya tidur, istirahat dan tenang sambil mengelus dahinya. Saat itu aku tak mau dia memikirkan apapun. Tenanglah...
Ditengah2 kita berdua, kita ngobrol dan dia tertawa. Sesaat setelah tertawa, dia dengan sekejap menangis sesengguknya sambil memegang erat tanganku. Aku hanya memandangnya saja. Kubiarkan air mata itu keluar hingga habis sedihnya. Lalu akhirnya orang tuanya datang, si Ibu menangis sambil memeluk anaknya. Ayahnya menyalamiku dan menanyai apa yang terjadi. Lalu aku keluar sejenak memberi waktu keluarganya. Diluar aku belajar kaiwa dengan teman2 yang sudah datang. Mereka datang untuk menjenguk. Mereka masuk bergantian.
Saat jam 12, aku, beberapa teman2 dan orang tuanya sedang menunggu Kiyomi dioperasi. Aku tidak bisa menunggunya karena aku ada kuis jam 1. Si Ibu memaksa aku untuk kembali ke kampus. Karena sudah disuruh2 berkali2 akhirnya aku nurut dan pamit ke Ibu. Setelah itu aku tak tahu kabarnya lagi. Kami lanjut ber-smsan setelah itu...
17 Desember 2010
Hari ini ada performance Yosakoi di FIB. Aku termasuk salah satunya. Beberapa jam sebelum tampil, seperti biasa aku menata rambutku tapi jadinya gak sesuai harapanku. Aku agak kecewa tapi aku harus menerimanya karena kalau gak karena teman2, penampilanku gak bakal seperti ini. Beberapa menit sebelum tampi, aku kembali merenung. Memikirkan kejadian kemarin. Ya allah, apa arti dibalik semua ini? Gak ada yang memperdulikanku. Kita perform dengan sukses. Saat kembali ke SC, Si Wulan memintaku untuk foto karena Kiyomi memintanya. Mood fotoku hancur karena tatahan rambutku yang gak sesuai harapan. Akhirnya aku foto bareng tanpa foto sendiri. Saat istirahat, Aku dikejutkan dengan smsnya yang bilang bahwa Ibunya tidak keberatan kita berpacaran. Aku yang saat itu sedang capek pasca langsung speechless. aaaaa apa ini?? beberapa menit aku speechless langsung tertawa gila di SC sampai banyak yang menanyaiku tapi aku hanya bilang, "Gapapa" Hanya beberapa yang kuberitahu saja...
Ahh~ Aku tidak tahu kejadian ini anugerah atau musibah? Kita berdua bingung. Tapi, kita bersyukur dengan apa yang kita peroleh sekarang. Aku juga masih berdoa agar Kiyomi cepat sembuh agar kita bisa menjalin cinta kita kembali dengan lancar...
Amin...
Jyaa ne~
Current Music : Dir en Grey - Ware, Yami tote...
16 Desember 2010
Hari ini bisa dibilang hari yang membingungkan bagiku. Aku mengalami banyak goncangan hidup. Hari ini cewekku, Kiyomi, mengalami kecelakaan yang tak kusangka sebelumnya. Dia kecelakaan sepeda motor.
Saat itu aku sedang ada di kelas menunggunya dan sudah mencarikan tempat duduk untuknya. Kulihat arah pintu terus menerus, tak kunjung datang. Kelas ini berangsur-angsur ramai. Tapi, diapun tak kunjung datang juga. "Mungkin telat" pikirku dalam hati. Aku tetap sabar. Sensei datang, kelas dimulai dengan kuis. Dia lagi2 tak datang. Sampai kuis selesaipun, dia tak menampakkan diri di pintu kelas. Saat mengkoreksi, aku mendapat sms dari Onyonk..
"pyok kamu ke IRD sekarang"
"Lapo la'an?"
"Desi kecelakaan, cepet kamu kesini!"
Melihat itu, aku seperti tersambar petir. Ya Allah, mengapa lagi2 terjadi? Aku panik, bingung, meminta saran bagaimana ini. Mbak Nurul menyuruhku untuk ijin dan cepat2 ke IRD. Aku ijin ke Sensei tapi Sensei seperti tidak percaya karena memang aku pernah ijin waktu dia kecelakaan kecil itu. Namun setelah aku bilang, "Masuk rumah sakit", Sensei langsung membolehkan aku keluar. Dari lantai 3-1 aku berlari, menuju parkiran, menunggangi sepedaku dengan cepat ke RS Dr. Soetomo. Saat aku tanya dimana IRD, ternyata aku salah gedung. Gedung yang sebenarnya ada di 3 gedung dari sini. Aku berlari menuju gedung itu tanpa mengenal lelah. Yang dipikiranku saat itu hanya Kiyomi, Kiyomi, dan Kiyomi. Aku benar2 tak nyaman. Aku ingin segera menemuinya.
Disana aku bertanya2. Ada ibu2 bilang, "Yang cewek barusan masuk ya mas? disana mas." "Dimana bu?" "Wah, gak tau pastinya, mas." "Makasih bu". Aku berlaru dan tanya ruang USG dimana. Dokter itu tampak gak yakin memberitahu ruangnya. Aku mencari2 lagi dengan cemas. Gak ketemu. Saat aku membalikkan badan. Aku melihat sosok Kiyomi terkapar lemah dengan kotor disekitar badan menuju ruangan "X-Ray". Aku shock. Kenapa dia? Datang juga Onyonk. Dia menenangkanku yang memang aku lagi labil saat itu. Aku benar-benar sedih. Apa yang harus kulakukan. Dia ada disana terbaring lemah. Aku bingung.
Beberapa saat, akhirnya dia keluar dengan mata setengah terbuka. Saat menoleh kearahku, dia terkejut dan mengeluarkan suara seperti kaget lalu menutupi wajahnya. Aku juga tidak tahu apa yang dipikirannya saat itu. Aku kembali ikut ke ruang bangsal. "Hanya 1 orang yang boleh menungguinya" Dokter bilang begitu. Onyonk dan Mas Wawan menyuruhku. Aku masuk dan tanganku memegang erat tangan Kiyomi. Dia berkali-kali bilang, "Maaf, Gomen." AKu hanya menyuruhnya tidur, istirahat dan tenang sambil mengelus dahinya. Saat itu aku tak mau dia memikirkan apapun. Tenanglah...
Ditengah2 kita berdua, kita ngobrol dan dia tertawa. Sesaat setelah tertawa, dia dengan sekejap menangis sesengguknya sambil memegang erat tanganku. Aku hanya memandangnya saja. Kubiarkan air mata itu keluar hingga habis sedihnya. Lalu akhirnya orang tuanya datang, si Ibu menangis sambil memeluk anaknya. Ayahnya menyalamiku dan menanyai apa yang terjadi. Lalu aku keluar sejenak memberi waktu keluarganya. Diluar aku belajar kaiwa dengan teman2 yang sudah datang. Mereka datang untuk menjenguk. Mereka masuk bergantian.
Saat jam 12, aku, beberapa teman2 dan orang tuanya sedang menunggu Kiyomi dioperasi. Aku tidak bisa menunggunya karena aku ada kuis jam 1. Si Ibu memaksa aku untuk kembali ke kampus. Karena sudah disuruh2 berkali2 akhirnya aku nurut dan pamit ke Ibu. Setelah itu aku tak tahu kabarnya lagi. Kami lanjut ber-smsan setelah itu...
17 Desember 2010
Hari ini ada performance Yosakoi di FIB. Aku termasuk salah satunya. Beberapa jam sebelum tampil, seperti biasa aku menata rambutku tapi jadinya gak sesuai harapanku. Aku agak kecewa tapi aku harus menerimanya karena kalau gak karena teman2, penampilanku gak bakal seperti ini. Beberapa menit sebelum tampi, aku kembali merenung. Memikirkan kejadian kemarin. Ya allah, apa arti dibalik semua ini? Gak ada yang memperdulikanku. Kita perform dengan sukses. Saat kembali ke SC, Si Wulan memintaku untuk foto karena Kiyomi memintanya. Mood fotoku hancur karena tatahan rambutku yang gak sesuai harapan. Akhirnya aku foto bareng tanpa foto sendiri. Saat istirahat, Aku dikejutkan dengan smsnya yang bilang bahwa Ibunya tidak keberatan kita berpacaran. Aku yang saat itu sedang capek pasca langsung speechless. aaaaa apa ini?? beberapa menit aku speechless langsung tertawa gila di SC sampai banyak yang menanyaiku tapi aku hanya bilang, "Gapapa" Hanya beberapa yang kuberitahu saja...
Ahh~ Aku tidak tahu kejadian ini anugerah atau musibah? Kita berdua bingung. Tapi, kita bersyukur dengan apa yang kita peroleh sekarang. Aku juga masih berdoa agar Kiyomi cepat sembuh agar kita bisa menjalin cinta kita kembali dengan lancar...
Amin...
Jyaa ne~
Friday, December 10, 2010
Accepted :D
3 Desember 2010...
Mungkin itu adalah hari yang terindah dalam hidupku. Dimana semua kehidupanku berubah. Merubah kebiasaanku...
Di hari ini lah, aku memilih perempuan yang ingin kudampingi. Di hari itulah, aku memberanikan diri untuk menghilangkan tanda "coward" ditubuhku. Aku melakukan perubahan dalam hidupku.
-Sebelum- 3 Desember 2010
Aku mencari2 informasi tentang ulang tahun si Kiyomi. Haruki yang aku mintai tolong untuk mencari. Akhirnya aku mendapatkan informasi. 3 Desember 2010! 大切な日!!Aku mulai mencari2 lagi pattern Misanga yang dulu pernah kucari. Ternyata di dalam thread pattern itu sendiri ada tutorialnya. Aku gak pernah masuk situ karena pesimis duluan, "kok sulit ya?" pikirku. Tapi setelah aku chat dengan Bon2, aku masuk situs itu lagi dan melihat ternyata ada! Aku mencari pattern yang pas dan mulai membuat. Awal membuat, aku bingung gimana ini membuatnya. tapi aku gak menyerah. AKu coba lagi dan menemukan jalam keluar dan mulai melanjutkan. Setiap pulang dari kampus, aku meluangkan waktu 1-2 jam untuk ngebuat itu dengan kondisi capek dan ngantuk2, tapi setelah aku mengingat gelang ini untuk siapa, Aku bersemangat lagi. H-3 gelang itu selesai. Agak berantakan seh tapi lumayanlah. Next part : プレゼントを探す!
Awalnya aku berencana mengkado dia sebuah cetakan onigiri berbentuk Hello Kitty dan cetakan sushi. Aku juga niat berangkat sendiri tapi ada betulnya juga kalo aku berangkat dengan membawa seorang perempuan. Aku memilih -lagi2- Haruki. Kami berangkat ke TP. Disana, kita ke tempat yang menjual cetakan onigiri dulu. Ternyata harganya boook~ mahaaaal~ ternyata asli oTL. Akhirnya kita cari2 lagi dan menemukan sebuah toko kecil yang mempunyai banyak brand Hello Kitty. Disana aku bingung juga mau kasih apa. Lalu Haruki menemukan sebuah Mezamashi lucu. Aku juga teringat dia sering terlambat. Akhirnya aku memutuskan untuk memberi kado itu. Lalu Haruki juga menemukan Celengan berbentuk Hello Kitty lucu. AKu juga lagi2 teringat dia mau nabung buat beli2 sesuatu. Aku juga setuju dengannya. Setelah itu bayar dan totalnya tak sebesar harga cetakan onigiri tadi. 1/4nya malah. Aku sengaja gak langsung membungkuskan di tempat soalnya aku juga belum bikin surat dan gelangnya juga belum aku masukkan. Kita pulang dengan aku membawa kamuflase tas. Saat pulangpun, aku agak bingung membawanya soalnya saat itu aku membawa laptop, purezento itu, dan DVD filmku semua. Alhasil tasku berat banget...
-Mendekati- 3 Desember 2010
Saat membungkus, aku bingung mau kuisi apa ini tulisan di surat. Aku bingung setengah mati. Benar2 butuh saran. Ditambah dengan tiba2 lampu mati. oTL. Akhirnya aku menulis sebuah kata2 yang bertujuan untuk memicu penasarannya. Setelah itu kubungkus dengan keadaan sekitar gelap. Seperti biasa kubungkus beberapa lapis biar sejajar soalnya celengannya membuat si kotak gak muat. Setelah membungkus, aku merenung sejenak memikirkan kata2 yang akan kukeluarkan besok. Setelah itu aku tidur....
3 Desember 2010
Jam 11.59 tepat aku sms dia. Tidak ada balasan. Dia sudah tidur pastinya. Paginya dia membalas. Yappari... Aku berangkat jam setengah 7 karena ada kuliah Nihonshi. Setelah kuliah itu, aku hanya di SC dan tidak berkutik. Aku diam sambil menatap layar laptop. Mungkin mereka kira aku hanya browsing biasa, padahal pikiranku tertuju pada apa yang harus kulakukan nanti. Jam 12 datang, aku harus shalat jum'at. Setelah itu, aku kembali. Kiyomi tak kunjung datang. Apakah ini semua akan gagal total? Tidak. Dia harus datang! Aku bisa bernafas lega ternyata dia benar2 datang. Aku sengaja ke 2.5 untuk melihat dia benar2 datang atau tidak. Saat aku sudah disana, ternyata aku terlalu cepat. Dia datang setelah beberapa menit setelahnya dan langsung meminta Jebol untuk menyukur ponynya. Saat itu, Haruki kukabari kalo target sudah ditempat. Yang di SC langsung membawa kado2 mereka dan kue sederhana. Untung aja waktu semua mau keatas, Kiyomi sudah berkerudung. AKu tak tau pastinya sih, aku sendiri ada di lantai 2, mengumpulkan tenaga dan nyali. Setelah pemberian kado sudah selesai, aku naik dengan membawa tas kamuflaseku. Setelah itu, Haruki menyuruh semua turun kebawah. Artinya hanya aku dan Kiyomi ada di 2.5 itu...
Pertama, aku beri kado yang sudah kubawa di tasku sambil mengucapkan, "Met Ultah yaa~". Tingkat grogi masih belum naik. Saat Kiyomi membuka kado itu, satu persatu bungkus dibuka, satu persatu juga tingkat grogiku naik. Saat di kotak terakhir, dalam hati, "POKOKE KUDU SAIKI! KUDU WANI!" aku berkata. Saat dia membuka suratnya. Dia menanyakan apa maksudnya dan saat inilah diriku seperti kerasukan. Bukan seperti diriku. Aku mengucapkan kata2 yang pendek tapi merubah hidup itu dengan lancar. Dia juga menanyakan mengapa memilihku. Aku memaparkan semuanya. Tidak ada yang kututupi lagi...
Dan... aku berhasil mendapatkan hatinya... Alhamdulillah.... Kita ngobrol sejenak. Aku mengambil tsugo no purezento, yaitu gelang yang kubuat. Pattern khusus dia. Kupakaikan di tangannya dan kita turun. Saat turun ke lantai 2, banyak sorot mata tertuju padaku dan Kiyomi. Yang menyorotku sambil menanyakan, "piye?" dengan pelan. Aku ngeloyor pergi ke SC sambil menenangkan hatiku. Haruki berlari kearahku sewaktu aku ada di lantai dasar menuju SC.
"Ya'opo??"
"di-te-ri-mo"
"KYAAAAAAAAAAAAAA~~ selamat yoooo"
"iyo iyo, aku tak nang SC sek, sikilku gemeteren iki"
Haruki kembali ke atas, sedangkan aku ke SC. Di SCpun mereka sudah tahu kalau aku sudah jadi. Allah tahu darimana mereka. Gak tau lah yang penting aku sudah berhasil!
Malamnya, aku mengajak Kiyomi makan sebagai hadiah ulang tahun dan date perdana kita. Disana kita ngobrol lebih dalam. Kuakui, di perdana itu, aku sangat grogi. Jarang aku berjalan berdua begini...
Ahh~ Makasih yaa Kiyomi... Aku berani bilang "Boku no Hatsukoi wo Kimi no Sasagu" kepadamu... karena memang itu adanya (Sudah kujelaskan yaa) Semoga kau nyaman berada disisiku... Tolong ajari aku cinta... Ayo kita buat cerita kita...
Jyaa ne~
Thursday, December 2, 2010
Nakunatta...
2 Desember 2010
Current Music : Dir en Grey - Hageshisa to, Kono Mune no Naka de Karamitsuita Shakunetsu no Yami
Hari ini, hari dimana kita se-jurusan Sastra Jepang ditinggalkan seseorang yang sangat berharga
Seseorang yang sangat kita cintai. Seseorang yang selalu ceria menghadapi masalah, ceria dengan segala kelebaiannya. Tidak menyangka dia harus hilang dari pandangan kita untuk selamanya. Dia harus menghadap yang kuasa duluan. Tidak disangka dia yang harus berada di kehidupan abadi duluan. Sampai aku menulis postingan inipun aku masih tak percaya. Seorang "Meita Nurdiansyah" yang kadang2 guyon denganku, harus meninggalkanku dan teman2. Mungkin ini pesan terakhir untuk Meita :
Mungkin ini lagu yang pantas untuk hari2 berduka saat ini...
Dir en Grey - Ain't Afraid to Die
Kimi to futari de aruita ano goro no michi wa naku te
soredemo zutto aruita, itsuka kimi to aeru no kana
Nadaraka na oka no ue yuruyakani yuki ga furu
todokanai to wakattemo kimi no heya ni hitotsu
daisuki datta hana wo ima...
Kyonen saigo no yuki no hi
kataku kawashita yakusoku
omoidaseba toke dashi tenohira kara koborete
Nadaraka na oka no ue yuruyakani yuki ga furu
todokanai to wakattemo kimi no heya ni hitotsu
daisuki datta hana wo ima...
Madobe ni hitori kiride tada yuki wo mitsumeteru
kimi wo omoidashi nagara garasu goshi ni kimi wo
ukabe saigo no kuchitsuke shite...
Nee waratteyo mou nakanaide
koko kara zutto anata wo mite iru wa
Nadaraka na oka no ue yuruyakani yuki ga furu
todokanai to wakattemo kimi no heya ni hitotsu
daisuki datta hana wo ima...
Akari wa shizuka ni shiroku some yuku machi no naka
kimi ga mita saigo no kisetsu iro
Namida wo otoshita kenjitsu to wa zankoku dane
kimi ga mita saigo no kisetsu iro
Shiki to kimi no iro yagate kierou
yuki wa tokete machikado ni hana ga saki
kimi ga mita "shikisai wa" sotto tokete yuku
Kotoshi saigo no yuki no hi
(Machikado ni ichirin no hana sora wo
miagereba saigo no yuki ni tenohira koborete)
===========================================================================
The way that I used to walk with you is gone
But still, I always walked with you, I wonder if I'll ever be able to meet you
The snow falls gently on a hill
Even though I can't reach you, I understand
The flower in your room that you loved is now...
The day of last years final snow
The promises that were hard to exchange
When I remember them, they melt, and spill from my hands
The snow falls gently on a hill
Even though I can't reach you, I understand
The flower in your room that you loved is now...
All alone by the window, just staring at the snow
While remembering you, seeing you in the glass
I give you a final kiss
Come on, smile, don't cry anymore
From here on, I'll always be watching you
The snow falls gently on a hill
Even though I can't reach you, I understand
The flower in your room that you loved is now...
A light that quietly begins to color the inside of the town white
You saw the season's final colors
The sound of the tears that fell is cruel isn't it
You saw the season's final colors
The four seasons, and your colors, will soon vanish
The snow melts, and flowers bloom on the street corner
The "colors" that you saw, softly begin to melt
The day of this years final colors
(A single flower on the street corner
When I look up into the sky, the final snow melts from my hand)
================================================================================
Jalan yang biasa kita lalui telah hilang
tapi tetap, aku selalu berjalan denganmu, aku harap aku akan bisa bertemu denganmu lagi
Salju berjatuhan sangat lembut di taman
Meski aku tak bisa meraihmu, aku mengerti
bunga di kamarmu yang kau suka sekarang
Hari di tahun terakhir di musin salju akhir
Janji yang sulit untuk dirubah
Sewaktu aku mengingatnya, mereka leleh, dan luput dari tanganku
Salju berjatuhan sangat lembut di taman
Meski aku tak bisa meraihmu, aku mengerti
bunga di kamarmu yang kau suka sekarang
Di jendela kusendiri, hanya melihat salju
Sewaktu mengingatmu, melihatmu di kaca
Kuberikan kau ciuman terakhir
Ayolah, senyum, jangan menangis lagi
dari sini, aku akan selalu melihatmu
Salju berjatuhan sangat lembut di taman
Meski aku tak bisa meraihmu, aku mengerti
bunga di kamarmu yang kau suka sekarang
Cahaya yang berubah menjadi warna di dalam kota putih
Kau melihat warna musim terakhir
empat musim, dan warnamu, akan segera hilang
salju meleleh, dan bunga mekar di sudut kota
"warna" yang kau lihat, perlahan-lahan mulai meleleh
Tahun ini musim salju yang terakhir
(satu bunga di sudut kota
Saat aku melihat ke langit, salju terakhir meleleh daru tanganku)
Maaf jika transletnya jelek. Lagi malas translet. Itu juga translet dari Inggrisnya. tapi lumayan nyambung dan agak menyentuh...
Mainkan dan rasakan dalamnya lagu ini...
Jyaa ne~
Current Music : Dir en Grey - Hageshisa to, Kono Mune no Naka de Karamitsuita Shakunetsu no Yami
Hari ini, hari dimana kita se-jurusan Sastra Jepang ditinggalkan seseorang yang sangat berharga
Seseorang yang sangat kita cintai. Seseorang yang selalu ceria menghadapi masalah, ceria dengan segala kelebaiannya. Tidak menyangka dia harus hilang dari pandangan kita untuk selamanya. Dia harus menghadap yang kuasa duluan. Tidak disangka dia yang harus berada di kehidupan abadi duluan. Sampai aku menulis postingan inipun aku masih tak percaya. Seorang "Meita Nurdiansyah" yang kadang2 guyon denganku, harus meninggalkanku dan teman2. Mungkin ini pesan terakhir untuk Meita :
nee, mbak, baik2kah disana?Entah kenapa saat tahu sebab dia meninggal aku menitikkan air mata walau hanya setitik dua titik. Melihat dia terbalut dengan kain putih sebagai baju abadinya, aku merasa terpukul. Aku harus benar2 hati2 dalam berkendara. Aku harus benar2 safety riding. Harus...
Kita disini merindukan mbak. Mbak juga kan? kenapa mbak harus pulang saat itu? aku ingin tahu alasannya. Padahal mbak ada rapat besar perdana deshou? Apa ada sesuatu yang menggugah hati mbak sehingga mbak bergegas pulang? Aku ingin tahu...
nee, maaf ya aku agak egois waktu mbak pilih aku jadi sie. danus. Bukannya nolak mbak, cuman aku gak minat di bagian itu. Lagipula aku gak pandai bicara. Tapi kalo mbak mau tahu referensi2 tentang surabayaku, aku bisa bantu. Buktinya referensi kita banyak kan? Aku yang nyebutin semua kan? hehehe...
Aku, Cha sama Dewi mendapatkan sponsor 1 lho mbak. Dari ZIGMA/OMEGA. Mereka mau membantu kita dalam hal publikasi. Untung kan? Soalnya kalo orang lain, 1 lembar kena 8juta per edisi loh, dan selain publikasi, kita diberi majalah untuk dibagi2kan loh. Mungkin majalah lama mbak, tapi semoga masih tahun2 baru. Aku sudah booking kalo sisa buat aku ke Cha >:D. heheheh. Untung deh kita. Aku juga makasih sama Cha gara2 masuk di subsie Majalah, aku jadi tahu kantor ZIGMA yang begitu great namun minimalis itu.
nee, aku banyak omong ya mbak. Maaf sebesar2nya kalo saja mbak pernah tersinggung dengan sifatku atau anak2. Mbak gak mau emek2 Tasya lagi? Mbak yang nyiptakan kan? semua orang ikut2an loh mbak... ngaaaahahahah
Mungkin memori kita cuma sedikit mbak, tapi sangat menyakitkan jika harus ditinggal seperti ini. Benar2 masih gak nyangka...
nee, maaf ya mbak sudah menceburkan ke kolam waktu MK, tapi aku beruntung bisa nyeburin, ngaaaahahahah~ Alfi yang bantu juga mbak. Aku juga masih inget mbak enggan diceburin soalnya masih M dulu. Takut darahnya kemana2 sampe kolamnya jadi pink, akhirnya kejadian juga ya? hehehe...
nee, jargon2 yang selalu menghiasi warna Niseikai masih terngiang2 mbak. Aku masih inget, paling inget mbak sering bilng "nyu2kan" uopoooo ikuu la'aaaan~ aku gak ngerti artine mbak tapi itu jadi ciri khasmu secara tidak langsung.
Selamat tidur mbak. Tidur di tempat yang paling indah. Tempat yang diberikan Allah yang paling suci, dan paling menyenangkan...
Mungkin ini lagu yang pantas untuk hari2 berduka saat ini...
Dir en Grey - Ain't Afraid to Die
Kimi to futari de aruita ano goro no michi wa naku te
soredemo zutto aruita, itsuka kimi to aeru no kana
Nadaraka na oka no ue yuruyakani yuki ga furu
todokanai to wakattemo kimi no heya ni hitotsu
daisuki datta hana wo ima...
Kyonen saigo no yuki no hi
kataku kawashita yakusoku
omoidaseba toke dashi tenohira kara koborete
Nadaraka na oka no ue yuruyakani yuki ga furu
todokanai to wakattemo kimi no heya ni hitotsu
daisuki datta hana wo ima...
Madobe ni hitori kiride tada yuki wo mitsumeteru
kimi wo omoidashi nagara garasu goshi ni kimi wo
ukabe saigo no kuchitsuke shite...
Nee waratteyo mou nakanaide
koko kara zutto anata wo mite iru wa
Nadaraka na oka no ue yuruyakani yuki ga furu
todokanai to wakattemo kimi no heya ni hitotsu
daisuki datta hana wo ima...
Akari wa shizuka ni shiroku some yuku machi no naka
kimi ga mita saigo no kisetsu iro
Namida wo otoshita kenjitsu to wa zankoku dane
kimi ga mita saigo no kisetsu iro
Shiki to kimi no iro yagate kierou
yuki wa tokete machikado ni hana ga saki
kimi ga mita "shikisai wa" sotto tokete yuku
Kotoshi saigo no yuki no hi
(Machikado ni ichirin no hana sora wo
miagereba saigo no yuki ni tenohira koborete)
===========================================================================
The way that I used to walk with you is gone
But still, I always walked with you, I wonder if I'll ever be able to meet you
The snow falls gently on a hill
Even though I can't reach you, I understand
The flower in your room that you loved is now...
The day of last years final snow
The promises that were hard to exchange
When I remember them, they melt, and spill from my hands
The snow falls gently on a hill
Even though I can't reach you, I understand
The flower in your room that you loved is now...
All alone by the window, just staring at the snow
While remembering you, seeing you in the glass
I give you a final kiss
Come on, smile, don't cry anymore
From here on, I'll always be watching you
The snow falls gently on a hill
Even though I can't reach you, I understand
The flower in your room that you loved is now...
A light that quietly begins to color the inside of the town white
You saw the season's final colors
The sound of the tears that fell is cruel isn't it
You saw the season's final colors
The four seasons, and your colors, will soon vanish
The snow melts, and flowers bloom on the street corner
The "colors" that you saw, softly begin to melt
The day of this years final colors
(A single flower on the street corner
When I look up into the sky, the final snow melts from my hand)
================================================================================
Jalan yang biasa kita lalui telah hilang
tapi tetap, aku selalu berjalan denganmu, aku harap aku akan bisa bertemu denganmu lagi
Salju berjatuhan sangat lembut di taman
Meski aku tak bisa meraihmu, aku mengerti
bunga di kamarmu yang kau suka sekarang
Hari di tahun terakhir di musin salju akhir
Janji yang sulit untuk dirubah
Sewaktu aku mengingatnya, mereka leleh, dan luput dari tanganku
Salju berjatuhan sangat lembut di taman
Meski aku tak bisa meraihmu, aku mengerti
bunga di kamarmu yang kau suka sekarang
Di jendela kusendiri, hanya melihat salju
Sewaktu mengingatmu, melihatmu di kaca
Kuberikan kau ciuman terakhir
Ayolah, senyum, jangan menangis lagi
dari sini, aku akan selalu melihatmu
Salju berjatuhan sangat lembut di taman
Meski aku tak bisa meraihmu, aku mengerti
bunga di kamarmu yang kau suka sekarang
Cahaya yang berubah menjadi warna di dalam kota putih
Kau melihat warna musim terakhir
empat musim, dan warnamu, akan segera hilang
salju meleleh, dan bunga mekar di sudut kota
"warna" yang kau lihat, perlahan-lahan mulai meleleh
Tahun ini musim salju yang terakhir
(satu bunga di sudut kota
Saat aku melihat ke langit, salju terakhir meleleh daru tanganku)
Maaf jika transletnya jelek. Lagi malas translet. Itu juga translet dari Inggrisnya. tapi lumayan nyambung dan agak menyentuh...
Mainkan dan rasakan dalamnya lagu ini...
Jyaa ne~
Subscribe to:
Comments (Atom)