23 May 2015
Current Music : Dir en Grey - DIFFERENT SENSE - Unplugged-
Current Mood : Gloomy
Aku menangis.. menangis menahan kerinduan akan bertemu dengan sang bunda. Aku rindu akan suara yang menyuruh untuk bangun, makan, dan lainnya. Tawanya yang kadang akan berlebihan saat menonton acara di televisi, tawanya saat sedang bermain dengan cucunya. Meski aku terkadang tak suka dengan sikapnya, tapi.. aku tetap ingin bertemu. Aku tak mengerti apakah aku termasuk orang yang manja? Ataukah bagaimana? Aku tau tahu.. yang jelas saat ini aku ingin bertemu dengan orang tua, teman, pacar, keponakan, semua yang ada di kota kelahiranku.
Kemarin terbesit untukku untuk mendengarkan sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Ai Otsuka yang berjudul 「Daisuki da yo」. Tak mengerti lagi2 aku menitikkan air mata karena terngiang lagu ini secara tiba2.
Saat ini aku berada di kota yang disebut ibukota oleh orang Indonesia. Jakarta. Kota yang kata orang semua ada, semua mudah, banyak peluang. Jakarta dipilih banyak orang untuk mengadu nasib. Banyak orang datang ke sini meski ia belum mengetahui akan dapat apa di sini. Tapi.. aku tidak tahan disini. Entah mengapa aku tak bisa menjelaskan alasanku mengapa aku tak tahan berada di kota yang kata orang mempunyai masa depan cerah ini.
Sebulan yang lalu, aku mendapatkan sebuah beasiswa untuk magang di sebuah stasiun televisi lewat acara yang diselenggarakan di kota kelahiranku. Aku excited mengikutinya karena saat itu materinya emang aku banget. Tapi setelah mendapat kedetilannya, aku agak kecewa. Mungkin rasanya seperti seseorang yang terjatuh ke kawah Merapi karena terpanggil untuk naik ke tebing tusuk gigi untuk melihat sesuatu yang indah. Atau mungkin aku yang bodoh? Karena tidak terlalu memperhatikan apa yang seharusnya aku perhatikan sebelum melakukan sesuatu? Aku tak tahu. Hari2 kulewati dengan berat hati. Tak ada dalam materi tersebut yang menjadi materi magang. Aku sedih..
Banyak orang yang bilang padaku untuk cobalah saja. Baik aku akan mencobanya. Meski pahit menyelimuti diriku dan kekesalan karena bukan bidang yang aku sukai. Aku akan mencobanya. Sampai aku pulang bertemu ibu, dan kerabat di Surabaya.
Surabaya memang tidak menawarkan berbagai kemudahan sepertinya ibukota. Maksudnya tidak lebih banyak dari Ibukota. Namun.. Surabaya menawarkan berbagai kenyamanan untuk rakyatnya dengan berbagai tamannya, tata kota yang baik, berbagai makanan daerahnya yang menawarkan harga yang sangat terjangkau. Surabaya begitu aku rindukan. Aku rindu berjalan2 tanpa arah dengan sepeda motor bututku. Meski butut, dialah yang memperbolehkanku melihat asiknya jalanan di Surabaya, dinginnya Batu, asrinya Malang, indahnya pantai Malang Selatan, pedihnya ditinggal teman dari Madiun, epicnya Bromo, dan masih banyak lagi kisahku dengan motorku yang tertuliskan.
Aku akan mencoba bersabar..
Walau sakit..
-fin-