Saturday, May 15, 2010

Kinenbi 2010 Oosaka 808

Mungkin cerita ini udah lama. Aku juga kaget sendiri tumben2nya gak pernah buka blog. Tapi mumpung ini ada waktu ya udah aku tulis aja deh. Kali ini tentang Kinenbi 2010 yang diselenggarakan minggu lalu yaitu 8-9 Mei 2010.

Setelah 2 bulan menyiapkan semua ini yang hanya untuk 2 hari, Setelah puter2 Surabaya untuk cari sponsor, setelah nuntun sepeda motor gara2 bensin habis, setelah nuntun sepeda gara2 ban bocor, setelah menelusuri kota Sidoarjo dengan Kome, Akhirnya datang juga hari itu.

8 Mei 2010
Aku berangkat dari rumah pagi sekali. Kalo gak salah jam 6an. Jam setengah 7 aku sudah sampai dikampus. Sampai sana langsung disuruh Yudiah nganterin untuk ambil jajan di Nginden. = =a tahu gitu tak ambil waktu berangkat tadi tapi gapapa deh. Setelah dari Nginden, perjalanan kembali ke kampus begitu lama. Apalagi aku kasihan lihat si Yudiah bawa 2 kresek jajan yang membuat dia gak bisa istirahat tangannya. Pasti kram itu tangannya. Setelah itu, Aku bantu2 anak2 benerin umbul2 karena ada 1 yang patah sekaligus menunggu orderan siapa yang mau dianterin. Tak ketinggalan angkat2 barang2 catering. Box piring booook~ ampun ngangkatnya~ DX

Acara Seminar sudah selesai. Semua panitia dan peserta seminar makan distempat yang sama. Disana ada 4 macam makanan. Karena lapar sudah menyerang, ambil deh dengan segera. Setelah itu minum es juga. Setelah selesai makan, kembali angkat2 box piring itu tadi. ALAAAAAAH~ abot nemen~. Mana abis ngangkat tadi, harus ngepel ruang 314 tadi. Gak papalah, ketimbang gak ada kerjaan, masa cuma ada orderan doang baru berangkat. Abis pel-mengepel selesai, semua pada tepar. Yang lain pada ngerjain pohon sakura. Sedangkan aku sendiri juga bantu2 sedikit.

Semua pada capek, pada break dulu dan ada yang tidur. Pada saat itu aku terasa bosan. Langsung pinjam laptop punya Mas Dian buat wifi yang bertujuan untuk DOWNLOAD~!! setelah mendapat ijin, aku langsung ngacir ke lantai 2.5 yang ternyata disana ada club Shoudou yang lagi latihan. Aku ikut nimbrung disana. Belum ada 1 jam, Lek Hadi minta aku buat ngaterin ke temennya untuk pinjam Handycam. Walaaaaaah Leeeeek~ durung onok 1 jam, lagipula siapa yang mau menjaga ini selagi aku pergi. Lalu ada Lazu datang. Aku langsung minta jagain. Untung dia mau. Aku dan Lek Hadi langsung berangkat. Sampai di rumah temannya, manggilnya lama banget. Setelah itu, Lek Hadi masuk, itu juga luama banget. Abis itu dia keluar. Kukira langsung balik ke kampus, ternyata dia minta dianterin keRUMAHNYA! = =a yowestlah, gak onok pilihan aku. Langsung dari Dharmahusada langsung ngebut ke Tidar. Itu juga lama banget aku nunggunya. Akhirnya dia selesai, langsung aku ngebut balik ke kampus.

Aku balik ke Lantai 2.5. Disana tinggal Dicky yang tidur dan Lazu yang mau tidur. Kayaknya mereka kelelahan abis angkat2. Ganti aku yang pegang laptop lagi. Lumayan lama aku wifian. Sampai ada suara anak2 rame2. Kayaknya mau kerja lagi. Yaudah sungkan kututup laptop. Saat itu sudah jam 19.00 PM dan benar saja, anak2 ngerapiin ruangan untuk lomba SMA besok. Disana anak2 lagi pasang bel untuk pranata jepang. Aku bantu nempelin kabel biar gak sembrawut. Setelah selesai, ternyata ada 1 bel yang rusak, dipencet bunyinya gak keras. Gembul berusaha memperbaikinya tapi tidak bisa. Tapi untung ada penanda didepan. Jadi bisa lihat dari situ saja. Setelah semua selesai. Kita semua turun.

Semua angkat bambu2 yang mau dijadikan toori. Selain itu juga mengakali bambu yang rusak pada umbul2 tadi. Bambu yang rusak tadi diperparah dengan diinjeknya bambu itu oleh sepeda motor. Tapi untung ada bambu nganggur di pinggir gedung FIB. Selanjutnya masalah toorinya. Kita sudah pasang2 bambu, selalu jadinya miring. itu memakan waktu 1 jam sampai kita manggil Agil untuk turun tangan karena dia mahir dalam simpul.

9 Mei 2010
Dia bilang kalau talinya yang salah. Dia sudah menalikan dengan erat2, tetap saja jadinya jelek. Dia maunya pakai tali pramuka. Karena tidak bisa dan anak2 sudah menyerah masalah toori ditambah stamina mereka sudah dibawah 20%, kami pending dulu masalah toori dan kami istirahat. Aku, Lazu, Dicky, Hida dan Sanji tidur di lantai 2.5 karena di SC sumpeknya bukan main. Benar2 sumpek, tidak bisa dibuat tidur dengan nyenyak. Tapi di 2.5, aku mendapatkan tempat yang sunyi dan angin yang berhembus. Tenang sekali sampai2 hanya perlu beberapa menit saja aku tertidur.

Aku terbangun karena hapeku berbunyi. Saat terbangun aku lihat ada Agil dan Luqman tidur di lantai. Saat aku terbangun, dilanjutkan dengan anak2 juga terbangun. Ngobrol sebentar, lalu langsung turun dan langsung mengurusi bunkasai. Aku mengangkat barang2 Cha no yu, angkat2 meja untuk stand2 dan lain lain. Yang paling taihen disini adalah sudah jam 8, aku belum mandi, masih bau, lampion belum terpasang, toori juga belum terpecahkan. Pertama soal lampion. Banyak yang mbulet, tali mbulet, lampion banyak yang putus karena kawatnya yang terlalu lembut, ditambah lagi pusing cara pasang lampion. Tapi dengan akalku, aku bilang ke mbak Meitha, dengan keadaan seperti ini, gak usah dipasang terlalu tinggi, cukup sebatas sepeda motor bisa lewat saja. Lagipula zaman sekarang zamannya narsis, pasti para pengunjung memanfaatkan lampion tadi untuk foto2 dengan temannya atau dengan pacarnya. Mbak Meitha agak gak setuju tapi tetap saja disetujui. Untung ada Lazu yang siap membantu. Akhirnya selesai soal lampion. Soal toori juga sudah solved. Agil menali dengan tali pramuka. dan jadi juga. Sekarang masalahnya, toorinya mau ditancapkan dimana??? Agil lagi berperan. Dia bilang ambil 2 kursi besar diatas dan talikan di 2 kursi itu dan ternyata berhasil berdiri. BANZAI~

Aku mau mandi tapi banyak halangan, masih disuruh angkat makanan yang baru dateng keatas. Padahal waktu itu mood sudah muak, maunya marah, panas, gerah, kayak ada aura hitam disekitar tubuh. Setelah semua selesai, aku langsung lari ke kamar mandi. Membersihkan diri. Air kamar mandi terasa begitu segar ketika kita lelah. Setelah terguyur air, semua mood tadi langsung hilang dengan cepatnya. Aku langsung menikmati bunkasainya. Aku disms Muhammad katanya dia sudah ada di stand shogi. Dia mau main shogi dulu. Lalu datang juga Alif, Mas Lutfi, Rina, Icha, Satria, Ayu, Clara, Mas Wawan. Mereka berkumpul dan ngomong2 dan foto2.

Setelah itu kita nonton cosplay. Lumayanlah para cosplayer kali ini. Apalagi si Satria dan temannya sampe ada kejar2an gitu. Setelah itu band. Band pertama, Yesterday and Today. Band ini aku kurang bisa menikmati. Gak tau kenapa ya. Band kedua, Seiki. Band ini juga gak tau kenapa aku kurang bisa menikmati. Band ketiga, Summer FM. Band ini membuat para penonton bersemangat. Lalu band terakhir, ATSUI! Ini band paling keren diantara band yang lain. Ini band cover lagu Gackt semua. Pertama Redemption, Journey to The Decade, dll. Keren pokoknya. Lalu ada Bon Odori. Semua ikut menari tapi ada juga yang pulang karena uda gelap sekali dan kami tidak ada lightning. Setelah itu Bunkasai selesai. Semua dikembalikan lagi seperti semula. Jembatan Oosaka yang susah2 membuatnya dari botol minuman bekaspun dihancurkan besar2 oleh para panitia sebagai pelampiasan emosi selama 2 bulan ini. wakakakaka

Ahh~ Semua mood tercampur pada pengerjaan acara ini. Senang, marah, sedih, semua ada gara2 acara ini. Tapi tidak apa2, dengan begitu acara bisa berjalan dengan sangat lancar. Terima kasih pada seluruh penduduk Sastra Jepang UNAIR yang telah membantu berjalannya acara ini. Semoga tahun depan bisa lebih sangar lagi. Dan juga maju terus buat YUI-Indo Regional Surabaya!

Jyaa ne~

No comments:

Post a Comment